lanjutan…”BUDI”
Sahabat saya pernah bilang, “Sastra itu tidak terdefinisikan! karena Ia seni. Maka, setiap orang akan berbeda persepsi tentang sastra.”. Rasanya saya ingin protes habis-habisan karena sebuah ilmu kok tidak terdefinisikan, tapi jika dipikir-pikir mungkin perkataan sahabat saya itu ada benarnya. Tapi apalah artinya perkataan sahabat itu buat saya yang awam sastra ini. Jangankan untuk mengerti sastra, untuk mengerti apa yang saya baca saja masih sulit.
-------------------------------------------------------------------------
Pernah ga selesai baca sesuatu tiba-tiba muncul pertanyaan, “ Barusan gw baca apa ya?” Pernah.. atau mungkin ‘Sering’. Ternyata pengalaman seperti itu dirasakan oleh banyak orang. Tidak paham apa yang dibaca. Untuk memberi kejelasan pada pengalaman seperti itu dilakukan riset dan penelitian menguak misteri buku-buku sulit ini. Waahhh!!!
Ukuran taraf sukar bacaan dan sekaligus ukuran kemampuan membaca bacaan yang dianggap paling baik adalah melalui Lexile Framework. Satuan taraf sukar baca dan juga kemampuan membaca bacaan adalah Lexiel (L). dengan rentang taraf beranjak dari ukuran rendah di bawah 200L sampai ukuran tinggi di atas 1700L. Jika diambil contoh seri ‘Harry Potter” tarafnya terletak di antara 880L sampai 950L. Sementara untuk taraf kemampuan membaca bacaan menggunakan patokan 75% pemahaman, misal seseorang dengan kemampuan membaca 1000L ketika membaca bacaan dengan ukuran 1000L akan memahami 75% dari isi bacaan itu. Bacaan yang cocok untuk orang dengan kemampuan membaca 1000L ada pada rantang taraf bacaan 900L sampai 1050L. Berarti jika Ia membaca bacaan dengan taraf diatas 1050L, Ia akan kesulitan memahami. Sementara jika Ia membaca bacaan dengan taraf dibawah 900L, Ia merasa kurang menemukan tantangan untuk membaca.
Penentuan taraf sukar bacaan ditentukan dari dua komponen, yaitu komponen sematik (kemunculan) pada kata dan sintaktik (panjang) pada kalimat. A. Jackson Stenner (1996) memberi uraian yang cukup rinci tentang ukuran Lixile ditetapkan. Komponen sematik pada kata menunjukkan keseringan atau frekuensi kata itu muncul di dalam bacaan. Jika sering muncul maka kata itu menjadi familiar bagi pembaca. Dan karena familiar maka kata itu mudah dipahami oleh pembaca. Komponen sintaktik pada kalimat menunjukkan panjang kalimat. Pada umumnya kalimat yang panjang lebih sukar dipahami daripada kalimat pendek. Hal ini berkaitan dengan kemampuan memori seseorang ketika membaca kalimat yang panjang.
Pada dasarnya kita bisa meningkatkan taraf kemampuan membaca bacaan dengan menguasai (bc:memenuhi) dua komponen penentu taraf sukar bacaan yang telah dijelaskan di atas. Caranya? Hanya sebuah jawaban klise, sering-sering baca dan coba terus memahami semampunya.
Kemampuan seseorang emang nyerempet-nyerepet takdir. Tidak bisa dipungkiri ada orang yang begitu mudah menguasai sesuatu. Mudahnya, kita menyebut bakat, sesuatu yang dibawa sejak lahir dan membawa kita pada kemudahan mengejar kesuksesan. Benarkah? Yups, bakat memang benar ada dan itu mempermudah kita menguasai sesuatu. Ada yang bilang bakat adalah semacam chemistry dalam diri. Semacam hubungan – keterikatan – keserasian dalam diri yang mengarah pada penguasaan suatu kemampuan tertentu.
Tapi, kenyataannya chemistry ini selalu bisa terbentuk dengan disengaja pada batasan tertentu. Seperti domestikasi hewan yang bisa merubah sifat (tingkah laku) pada batasan yang bisa ditolelir oleh dirinya. Manusia (kita) mirip-mirip juga. Kemampuan selalu bisa ditingkatkan dengan belajar dan latihan. Kemampuan bisa ditingkatkan hingga batas tertentu, ‘MENARIKNYA’ sampai kapanpun kita tidak tau batasan peningkatan tersebut. Hingga kita berhenti (menyerah) untuk berkembang.
Nah, kalo udah mentok untuk berkembang dan mulai mau menyerah inget kata Om Einstein.
“aku tidak punya bakat khusus, aku hanya penasaran”
(Albert Einstein)
Tumbuhkan rasa penasaran. Puaskan dengan membaca, karena akan selalu ada hal menarik di dalamnya..
Bersambung…
Jatinangor 15 Maret 2010
“KN”
Sumber :
Paper “Taraf Sukar Bacaan dan Kemampuan Membaca Bacaan” oleh Dali Santun Naga
Dan sumber-sumber lain.


"yang membedakan aku dengan orang kebanyakan adalah aku lebih lama bertahan pada ketidakmampuan, ketidakbisaan, dan kegagalan."
BalasHapus(Albert Einstein)
posting yang menarik...