Selasa, 25 Mei 2010

opini 'bout ujian......

horeeee!!!!!!bentar lagi tahun ajaran selesai,tinggal nunggu ujian akhir doank....
yupz masalah terbesar dari seorang mahasiswa selain penelitian dan skripsi, UJIAN!!!!!suatu kondisi dimana mahasiswa yang telah menempuh satu mata kuliah dikumpulkan dalam satu ruangan besar untuk diminta pertanggungjawaban akan kuliah yang telah diambilnya (berasa yaumul hisab gitu ya??^-^) dan jelas yang pastinya g da yang namanya ujian tanpa adanya para penunggu ruangan yang siap kapan saja mengambil kertas ujian kalo-kalo ada mahasiswa yang ketauan lagi me-"plagiat" hasil karya orang lain. belum lagi saat masuk ruang ujian yang keliatan cuma halaman belakang dari kertas ujian yang nantinya siap ga siap harus dikerjain juga sama ntu mahasiswa yang lagi ngejalanin ujian jadi berasa gambling gitu, kalo beruntung dapet soal yang gampang tapi kalo lagi sial....siap-siap aja berhadapan dengan soal yang susahnya bikin mati. yang jelas yang namanya ujian merupakan kalimat yang paling berbahaya bagi mahasiswa mau pinter ato yang kurang pinter sekalipun.
sayangnya kebanyakan mahasiswa masih belum bisa menyikapi yang mana daripada ujian ini dengan serius kebanyakan dari mereka hanya menjadikan ujian sebagai pijakan buat nyari nilai yang gede,yang bisa naikin IPK dan nantinya bisa bikin mereka lulus dengan cepat. tapi g semua orang yang ngerasain jadi mahasiswa bisa ngerti maksud sebenernya dari ujian yang diadain tiap enam bulan sekali sebenernya bukan cuma "pijakan" doank tapi juga sebagai idikator terhadap pemahaman materi selama kuliah. makanya jangan heran kalo kita kadang-kandang ngedengerin orang-orang ngomong dengan santainya "nyantei aja paling juga SKS alias sistem kebut semalam lagi....." suatu kalimat ajaib yang bisa bawa negara ini selangkah lebih maju ke arah jaman batu......

-madu-

Rabu, 28 April 2010

Tanggung Jawab

@Erna:
Seekor semut berjalan ke arah Sang gajah. Sesampainya di telinga Sang gajah, semut berbisik. Seketika itu Sang gajah pingsan.
Semut
Aku sudah tidak sanggup menanggungnya sendiri. Aku akan mengatakannya. Jujur.
Sang gajah
Ia datang, ia terlihat sangat kecil dari pandanganku. Imut sekali. Kekasihku tercinta. Ia sampai di daun telingaku dan berbisik pelan. Tapi aku jelas mendengarnya, "Saiiiang, aku hamil. Kamu harus tanggung jawab!"


Minggu, 11 April 2010

Fiksimini


Apa itu Fiksimini?
Fiksimini adalah cerita yang sangat singkat. Jauh lebih singkat dari cerpen. Fiksimini terdiri dari 140 karakter, sudah termasuk nama pengarang, spasi, dll. Singkat banget kan? Tapi isinya padat dengan tokoh, karakter, plot, konflik, dll seperti pada karya sastra fiksi lainnya.
Jika dilihat fiksimini adalah karya yang teramat sederhana. Tetapi, untuk mereka yang membaca dan menulis fiksimini, ada suatu yang sangat unik. Pembaca dibuat berimajenasi liar. Karena tuntutan minim karakter maka fiksimini menjadi biasa jika akhirnya mengambang, tetapi justru ini yang membuat pembaca seperti memiliki kesempatan melanjutkan cerita. Terkadang ada fiksimini yang absurd, dan sekali lagi pembaca hanya tertawa sambil menganalisis maksud penulis. Tantangan besar untuk penulis menyajikan sebuah cerita singkat dan padat.
Asal-muasal Fiksimini
Sebenarnya fiksimini sudah biasa kita jumpai tapi baru beberapa bulan kebelakang nama fiksimini mulai digunakan untuk mengidentifikasi. Seperti pada blog ngupingjakarta.blogspot.com, isi blog ini bisa disebut fiksimini.
Dua bulan kebelakang sebutan fiksimini mulai dipopulerkan olah Agus Noor dkk. Agus Noor mungkin sudah tidak asing lagi, Ia seorang penulis cerpen (cerpennya sudah banyak dipublis di sejumlah media masa nasional), penulis naskah monolog, dll. Agus dkk berusaha mempopulerkan fiksimini lewat twitter, dan dalam dua bulan sudah banyak orang yang kecanduan membuat fiksimini.
Seperti apa sie Fiksimini?
#RT @dedirahyudi: Dia kirim mimpi buruknya di padi hari. Malamnya mimpi itu kembali lagi. Prangkonya kurang!
Atau
@dimatanya
ANJING : Ketika orang-orang itu berteriak “Anjing!”, aku jadi teringat akan masa laluku sendiri.

Simple banget kan!!!
Fiksimini telah menjadi sebuah karya sastra yang dengan mudah sampai ke semua golongan masyarakat. Ini menepis anggapan sastra adalah ilmu yang hanya dipahami oleh orang-orang tertentu, atau sastra itu bikin pusing.
Nah, sekarang mana fiksimini-mu?

@KN : Aku dibuat semakin kesal, ketika mati lampu setelah pemadaman listrik bergilir selesai!
Jatonangor, 11 April 2010
“KN”

Senin, 15 Maret 2010

Barusan Baca Apa Ya?


lanjutan…”BUDI”

Sahabat saya pernah bilang, “Sastra itu tidak terdefinisikan! karena Ia seni. Maka, setiap orang akan berbeda persepsi tentang sastra.”. Rasanya saya ingin protes habis-habisan karena sebuah ilmu kok tidak terdefinisikan, tapi jika dipikir-pikir mungkin perkataan sahabat saya itu ada benarnya. Tapi apalah artinya perkataan sahabat itu buat saya yang awam sastra ini. Jangankan untuk mengerti sastra, untuk mengerti apa yang saya baca saja masih sulit.
-------------------------------------------------------------------------

Sabtu, 06 Maret 2010

BUDI


INI BUDI.
BUDI BERMAIN BOLA.
INI IBU BUDI.
IBU BUDI PERGI KE PASAR.

Masih ingatkah kalian dengan kalimat di atas?

Sejak awal, membaca adalah pelajaran pertama yang saya terima di sekolah. Awalnya mengenal 26 huruf,

Jumat, 05 Maret 2010

Memulai.....

"Saya pilih menjadi orang miskin yang tinggal di pondok penuh dengan buku
dari pada menjadi raja yang tidak punya hasrat untuk membaca"
Thomas Babington Macaulay (1800-1859), sejarawan Inggris

Senin, 01 Maret 2010

facebook

facebook....
oh facebook....
mengapa kau begitu menggoda
membuatku mengeluarkan banyak uang serta waktu.....
oh facebook.....
sungguh teganya dirimu...